Tari Serampang Dua Belas: Kecantikan dan Makna dalam Budaya Melayu
Tari Serampang Dua Belas adalah salah satu tarian tradisional yang memiliki makna mendalam dan keindahan gerakan yang memikat. Tarian ini berasal dari Sumatera Utara, khususnya daerah Serdang Bedagai, dan merupakan bagian dari warisan budaya Suku Melayu. Dikenal dengan gerakannya yang dinamis dan penuh makna, Tari Serampang Dua Belas tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol perjalanan cinta sepasang kekasih dari pertemuan hingga pernikahan.
Sejarah dan Asal Usul Tari Serampang Dua Belas

Tari Serampang Dua Belas diciptakan oleh Guru Sauti, seorang guru seni yang tinggal di wilayah Sumatera Utara. Awalnya, tarian ini diberi nama “Tari Pulau Sari” karena diiringi lagu berjudul sama. Nama “Serampang Dua Belas” berasal dari jumlah gerakan dalam tarian tersebut, yaitu 12 gerakan yang menceritakan proses hubungan antara sepasang kekasih.
Tarian ini tercipta pada tahun 1950-an dan berkembang selama masa kesultanan Serdang. Ada kemungkinan bahwa tari ini terinspirasi dari pengaruh budaya Portugis yang masuk ke Indonesia pada masa lalu. Meski demikian, tarian ini tetap menjadi representasi budaya Melayu yang khas.
Gerakan dan Makna dalam Tari Serampang Dua Belas

Tari Serampang Dua Belas terdiri dari 12 gerakan utama yang masing-masing menggambarkan tahapan dalam hubungan cinta. Berikut penjelasan singkat tentang gerakan-gerakan tersebut:
- Tari Permulaan: Gerakan awal yang menunjukkan pertemuan pertama pasangan.
- Tari Berjalan: Menggambarkan mulainya rasa cinta yang tumbuh.
- Tari Pusing: Menunjukkan kebingungan dan keraguan dalam hubungan.
- Tari Gila: Menggambarkan rasa cinta yang melampaui batas.
- Tari Berjalan Sipat: Menunjukkan respons dan saling pengertian antara pasangan.
- Tari Goncat-goncet: Menggambarkan harmoni dan keselarasan dalam hubungan.
- Tari Sebelah Kaki: Menunjukkan persetujuan dan kesepakatan antara dua pihak.
- Tari Langkah Tiga: Menggambarkan kepastian dan keyakinan dalam hubungan.
- Tari Melonjak: Menunjukkan antusiasme dan kebahagiaan dalam hubungan.
- Tari Datang Mendatangi: Menggambarkan proses pinang atau lamaran.
- Tari Rupa-rupa: Menggambarkan proses pernikahan dan kebahagiaan.
- Tari Sapu Tangan: Simbol kesatuan dan cinta yang tak terpisahkan.
Setiap gerakan dalam tari ini memiliki makna filosofis dan nilai-nilai kehidupan yang ingin disampaikan. Tari Serampang Dua Belas tidak hanya sekadar tarian, tetapi juga cerminan dari perjalanan cinta dan hubungan manusia yang penuh makna.
Penampilan dan Kostum dalam Tari Serampang Dua Belas

Penampilan dalam Tari Serampang Dua Belas sangat menarik dan penuh warna. Para penari menggunakan pakaian adat khas Melayu, seperti baju kemeja lengan panjang untuk pria dan baju lengan panjang serta kain panjang untuk wanita. Aksesori seperti peci, penutup dada, dan hiasan kepala juga digunakan untuk menambah kesan tradisional.
Musik pengiring tari ini biasanya menggunakan alat musik tradisional seperti rebana dan kecapi. Lagu yang digunakan adalah “Pulau Sari”, yang mencerminkan irama dan gaya tari yang dinamis. Meskipun saat ini banyak pementasan yang menggunakan musik digital, penggunaan alat musik tradisional tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga keaslian budaya.
Perkembangan dan Pentingnya Melestarikan Tari Serampang Dua Belas

Tari Serampang Dua Belas telah berkembang dari tarian yang hanya ditarikan oleh laki-laki menjadi tarian yang bisa ditarikan oleh pria dan wanita. Perubahan ini mencerminkan perkembangan sosial dan kesetaraan gender dalam masyarakat.
Namun, tantangan terbesar dalam melestarikan tari ini adalah menghadapi era modernisasi dan globalisasi. Generasi muda kini lebih tertarik pada budaya modern daripada tarian tradisional. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan upaya seperti pendidikan budaya, pelatihan tari, dan pementasan yang lebih sering agar tari ini tetap hidup dan diminati.

Melestarikan tari tradisional seperti Tari Serampang Dua Belas adalah bentuk dukungan terhadap warisan budaya bangsa. Dengan memahami dan menghargai tarian ini, kita dapat menjaga identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam.

Kesimpulan

Tari Serampang Dua Belas adalah salah satu contoh indah dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari Suku Melayu. Dengan gerakan yang indah dan makna yang dalam, tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga cerminan dari perjalanan cinta dan hubungan manusia. Dengan pelestarian dan pengenalan yang lebih luas, Tari Serampang Dua Belas akan tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Nusantara.